Minggu, 13 Oktober 2013

Rumah Makan Saung Telaga



Saya mau review Rumah makan sunda Saung Telaga yang tempatnya di JL.Raya Sawangan Depok. Suasana dan konsepnya yang unik karena mengelilingi danau dan suasana lesehan yang santai membuat tempat ini sangatlah nyaman buat kumpul-kumpul sama temen-temen saya . Menu yang di sediakan masakan sunda: Nasi putih, Ayam Goreng /bakar , Ayam peprek (PEDAS) , Gurame goreng/bakar , ikan mas goreng/bakar , tahu/tempe , tahu telor , bakwan jagung , udang peprek(PEDAS) , sayur asem ,sop iga sapi , karedok , pete goreng, kangkung cah/rujak/pecel , lalap , sambel kecap , sambeluleg/mentah, sambel ijo teri, sate ayam , sate kambing , sate sapi ,tahu jaket ,tahu baso. Dan menu minumanya: es jeruk , jeruk hangat, es jenifer, jenifer hangat , es kelapa , kelapa bulat , kelapa kopyor , teh tawar . es teh manis. Teh botol , fanta , coca cola ,es batu ,kopi hitam , nescafe, juice, air minera
Sedangkan  saya order makan dan temen-temen , memesen nasi putih yang seharga Rp.5000/porsi  , ayam bakar Rp.11.000/ptg , ayam peprek (PEDES) Rp.14.000/ptg ,cah kangkung Rp.10.000/porsi ,lalapan Rp.5000/porsi . kalo minumannya Es jeruk Rp.8000/gelas ,kelapa bulat Rp.12.000 , teh manis Rp.3000/gelas, es teh manis Rp.3.500/gelas. Harga menu makan yg tersedia di daftar makan’an gak begituh mahal-mahal bgt koq . Langganan Artis Tapi Harga kaki lima loh J
 
Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRm6fyNwRMxRlod-ha_SO0qXRpehRINUhPsTRE2O1b72swpyqvckA

Manfaat Minyak Vitamin E untuk Kulit

Ternyata manfaat vitamin E untuk kulit telah terbukti oleh berbagai penelitian. Beberapa fakta tersebut mengatakan manfaat vitamin E bisa untuk keremajaan dan kesegaran kulit. Bahkan sudah diaplikasikan dalam produk kosmetik seperti pelembab pada wajah, pelembab pada tangan, dan sebagainya. Pada artikel ini akan dibahas manfaat apa saja yang bisa dihasilkan dari vitamin E untuk kesehatan kulit yang bisa anda ketahui.

Kulit Keriput

Kekurangan vitamin E tentu bisa menyebabkan kulit keriput. Sayangnya kulit keriput ini merupakan akumulasi akibat defisiensi vitamin E. Konsumsi harian melalui sumber makanan alami itu hanya mampu memenuhi kebutuhan 10-20 IU. Sedangkan anda bisa memenuhi dengan konsumsi suplemen vitamin E kadar 100 IU sampai 300 IU. Kerutan ini bisa terjadi pada mata, lekukan pada tangan, dan lainnya. Kulit sehat sendiri adalah kulit yang lembab dan terjaga elastisitas. Sehingga keriput pun bisa diatasi dengan mengkonsumsi vitamin E atau kosmetik yang mengandung vitamin E.

Bintik Hitam

Bintik hitam adalah salah satu dari kelemahan kulit akibat berbagai masalah yang ada. Penyebabnya bisa karena sinar matahari, faktor genetika, dan keturunan. Terkadang bintik hitam juga terjadi akibat kulit yang bekas terkena jerawat. Jika jerawat hilang pun ternyata tetap ada bintik hitam bekas jerawat tersebut. Kemudian bagaimana mengatasinya? Mudah saja. Oleskan vitamin E pada wajah yang terdapat bintik hitam. Seperti jus lemon, susu, coklat adalah sumber makanan yang bisa menjadi obat alami dalam menghilangkan bintik hitam di wajah. Selain itu sudah ada minyak zaitun sedangkan vitamin E berupa cairan bisa diberikan sebelum tidur untuk mengurangi bintik hitam di wajah. Tentu ada juga obat alternatif dengan menggunakan mentimun atau lidah buaya. Cara ini biasanya memang digunakan oleh wanita dalam perawatan tubuh. Namun bagi pria juga bisa mencobanya sendiri dirumah.

Guratan

Guratan sebenarnya masalah utama bagi para ibu hamil. Karena saat hamil hingga 9 bulan, kulit perut pada ibu hamil bisa melar atau melebar saat melahirkan. Peregangan ini tidak bisa dihindari oleh ibu hamil. Namun tetap bisa diobati. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi vitamin E atau mengoleskan krim anti guratan setelah melahirkan. Perlu diingat sebenarnya guratan ini didiamkan saja juga tidak masalah namun tidak akan terlalu terlihat seperti diawal melahirkan. Bisa dicegah juga (walaupun kecil kemungkinannya) dengan cara konsumsi vitamin E alami, banyak minum air, dan menambahkan berat badan secara perlahan.

Kulit Kering

Kulit kering merupakan salah satu akibat kekurangan vitamin E. Akibat radikal bebas, sinar ultraviolet matahari, menyebabkan sel kulit cepat mati. Sehingga kulit menjadi tipis dan kering. Dengan konsumsi vitamin E dan perawatan kulit bisa mencegahnya. Vitamin E ini membantu kulit untuk meregenerasi kembali sel kulit yang telah mati. Sayangnya konsumsi secara normal sumber makanan alami sulit membuat kebutuhan vitamin E terpenuhi. Karena memang tubuh tidak menyerap seutuhnya vitamin E pada makanan yang sudah sedikit jumlahnya. Untuk itulah dibutuhkan suplemen vitamin E dosis tinggi agar vitamin E dapat diserap dan digunakan untuk mencegah kulit kering.

Kutikula Kuku

Tentu vitamin E cenderung dengan perawatan tubuh para wanita. Tidak lepas dari itu, kutikula kuku pun merupakan salah satu hal yang bisa akibat tidak merawat kuku dengan benar. Biasanya mencegahnya dengan perawatan manicure dan pedicure. Namun cara itu cukup mahal untuk beberapa orang walau hanya untuk perawatan kuku. Cara paling murah banyak bisa dilakukan. Seperti menggunakan krim kutikula. Dimana krim tersebut mengandung vitamin E. Dengan mengoleskan krim tersebut ke kuku dan memijatnya sebentar. Selain itu minyak zaitun juga bisa mengganti krim kutikula, yang mana mengandung vitamin E ini bisa dioleskan ke kuku.

Penyakit Kulit

Vitamin E yang bisa dikonsumsi bisa juga mengobati penyakit kulit. Penyakit seperti psoriasis dan erythema adalah jenis penyakit kulit. Penyakit psoriasis merupakan penyakit seperti eksim seperi ruam yang kemerahan yang disertai sisik-sisik putih. Faktor genetik lebih membawa penyakit ini kepada penderitanya. Agak sulit diobati penyakit ini. Namun dengan meningkatkan imunitas tubuh dengan makanan bergizi bisa memperbaiki kulit rusak ini. Tentu dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E dan terkena sinar matahari juga. Perlu diingat juga agar terpapar sinar matahari tidak terlalu lama karena dapat memperburuk penderita penyakit kulit ini.
Dari berbagai macam keluhan dan penyakit kulit diatas perlu rasanya menyadarkan lebih awal tentang manfaat vitamin E ini ternyata cukup banyak. Sebagai anti aging dan anti penuaan kulit pun juga bisa dengan memakai produk vitamin E yang banyak dijual di apotek. Banyak argumen yang salah bahwa penyakit kulit ini tidaklah begitu diperhatikan karena akan timbul diusia tua. Hingga di usia muda menjadi kemalasan untuk mengkonsumsi vitamin E ini. Konsumsilah vitamin E dari sekarang, baik alami maupun suplemen. Baik produk kosmetik maupun rutin memeriksakan diri ke dokter kulit. Agar penyakit kulit yang mungkin terjadi bisa dihindari dari awal dan tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Sumber: http://wikivitamin.com/manfaat-minyak-vitamin-e-untuk-kulit/

Pengertian Ilmu Ekonomi



Pengertian Ilmu Ekonomi, dimana Ilmu ekonomi membimbing manusia memilih kebutuhan yang memberikan untung terbesar. Keterbatasan sumber daya ini membuat manusia harus mengutamakan kepentingan yang satu demi kepentingan yang lain, misalnya banyak orang tua yang terpaksa mengorbankan kepentingannya untuk berlibur demi biaya pendidikan anaknya. Kesimpulannya, ilmu ekonomi bertujuan memberikan panduan bagi manusia dalam mengambil keputusan terhadap pilihan yang ada yang terbatas tersebut.

Kumpulan Pengertian Ilmu Ekonomi

Yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi adalah Adam Smith, yang memperkenalkan konsep pasar persaingan sempurna yang mengarah pada liberalisme ekonomi, yang juga dikenal sebagai teori ekonomi klasik.
Pengertian Ilmu Ekonomi lainnya adalah sebagai berikut:
- Ekonomi poliitik (political economy) merupakan studi mengenai kegiatan, menggunakan uang atau tidak menggunakan uang, melibatkan pertukaran antar-manusia.
- Ilmu ekonomi merupakan kajian mengenai penentuan pilihan yang benar dan tepat dalam memanfaatkan sumber-sumber produktif berupa barang modal, mesin, tenaga kerja, tanah dan skill, untuk memproduksi berbagai jenis barang, menyalurkannya (distribusi) kepada para konsumen.
- Ilmu ekonomi merupakan kajian mengenai manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menikmati hasil pemenuhan kebutuhan tersebut.
- Ilmu ekonomi adalah studi mengenai kekayaan manusia.
- Ilmu ekonomi merupakan studi mengenai bagaimana caranya memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Pokok-pokok Ilmu Ekonomi

Dari ulasan di atas dapat diketahui pokok-pokok Pengertian Ilmu Ekonomi adalah:
1. Masalah pemilihan (problem of choice), yakni bagaimana cara-cara menentukan penggunaan sumber-sumber daya produksi  untuk berbagai alternatif. Jadi, satu jenis barang tidak hanya digunakan untuk satu jenis kebutuhan. Misalnya tanah, selain bisa digunakan sebagai alas bangunan, juga bisa digunakan untuk persawahan.
2. Sumber-sumber daya ekonomi merupakan barang terbatas, bahkan langka. Artinya menggunakan sumber-sumber daya ekonomi harus tepat dan cermat.
3. Penggunaan uang. Uang dikatakan sebagai soal kedua, setelah penentuan pilihan ekonomi dalam produksi. Bagaimanapun pentingnya uang dalam ekonomi, tapi proses produksi tidak harus berhenti jika tidak ada uang.
4. Pembagian hasil produksi untuk dikonsumsi oleh anggota masyarakat. Pembagian hasil produksi dalam masyarakat kapitalis berbeda dengan pembagian hasil produksi dalam masyarakat komunis. Dalam masyarakat kapitalis, barang didistribusikan melalui transaksi jual beli, sementara dalam masyarakat komunis, berdasarkan hasil kerja dan kebutuhannya.
Dari segi ilmu, ilmu ekonomi dibagi menjadi dua, yakni:
1. Ilmu murni (pure science) yang bertugas menyempurnakan kajian ilmu ekonomi.
2. Ilmu terapan (applied science), yakni ilmu terapan yang digunakan dalam praktek kehidupan sehari-hari.
Jika dilihat dari objek, ilmu ekonomi dan Pengertian Ilmu Ekonomi terbagi menjadi dua macam, yakni ekonomi mikro dan ekonomi makro.
Ekonomi makro dan ekonomi mikro memiliki persamaan, yakni sama-sama mempelajari bagaimana cara manusia berupaya mencukupi kebutuhan hidupnya yang demikian banyak dan beragam, sementara sumber daya hanya terbatas. Perbedaannya, adalah ilmu ekonomi mikro mengkhususkan kajiannya pada perilaku individu para pelaku ekonomi, sementara ilmu ekonomi makro mengkhususkan bahasannya pada fenomena-fenomena ekonomi secara menyeluruh atau secara umum.
Contoh ekonomi mikro, yakni perilaku pengusaha dalam menginvestasikan uangnya, apakah ke pertambangan atau perdagangan atau usaha lainnya demi mendapatkan keuntungan maksimal dengan potensi yang ada. Yang dimaksud dengan individu bukan saja orang, tetapi juga badan usaha (hukum), seperti Koperasi, Yayasan, Perseroan Terbatas, Perseroan Daerah, dan sebagainya. Memang badan-badan hukum ini memiliki anggota yang banyak, namun mereka semua bertindak demi satu kepentingan, yakni kepentingan dan tujuan badan usaha tersebut. Sedangkan contoh ekonomi makro adalah pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi secara umum, tidak hanya pertumbuhan ekonomi satu atau dua perusahaan.


Sumber: http://jadipenulis.com/608/ilmu/pengertian-ilmu-ekonomi/

Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia

Ada banyak kerajaan bercorak Islam yang terdapat mulai dari Sumatra sampai Maluku.
a. Kerajaan Perlak
Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225 – 249 H / 840 – 964 M). Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz pada tanggal 1 Muhharam 225 H dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Setelah pengangkatan ini, Bandar Perlak diubah menjadi Bandar Khalifah.
Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M).
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan pesat terutama dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan dakwah Islamiah. Sultan mengawinkan dua putrinya: Putri Ganggang Sari (Putri Raihani) dengan Sultan Malikul Saleh dari Samudra Pasai serta Putri Ratna Kumala dengan Raja Tumasik (Singapura sekarang).
Perkawinan ini dengan parameswara Iskandar Syah yang kemudian bergelar Sultan Muhammad Syah.
Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat kemudian digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan Berdaulat (662-692 H/1263-1292 M). Inilah sultan terakhir Perlak. Setelah beliau wafat, Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai dengan raja Muhammad Malikul Dhahir yang adalah Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Ganggang Sari.
Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya mata uang sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.
b. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh).
Sebagai sebuah kerajaan, raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai. Raja-raja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut.
(1) Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka.
(2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai.
(3) Sultan Malik al Tahir II (1326 – 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negeri-negeri sekitarnya. Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai. Namun, setelah muncul Kerajaan Malaka, Samudra Pasai mulai memudar. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. Keberadaan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Aceh yang muncul kemudian.
Catatan lain mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari tulisan Ibnu Battuta, seorang pengelana dari Maroko. Menurut Battuta, pada tahun 1345, Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur. Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. Mata uangnya uang emas yang disebur deureuham (dirham).
Di bidang agama, Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari Kerajaan Samudra Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke berbagai daerah. Salah satunya ialah Fatahillah. Ia adalah putra Pasai yang kemudian menjadi panglima di Demak kemudian menjadi penguasa di Banten.
c. Kerajaan Aceh
Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528), menjadi penting karena mundurnya Kerajaan Samudera Pasai dan berkembangnya Kerajaan Malaka.
Para pedagang kemudian lebih sering datang ke Aceh.
Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan, disebut golongan teuku; dan pemerintahan atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut golongan tengku atau teungku.
Sebagai sebuah kerajaan, Aceh mengalami masa maju dan mundur. Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607- 1636). Pada masa pemerintahannya, Aceh mencapai zaman keemasan. Aceh bahkan dapat menguasai Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Di samping itu, Iskandar Muda juga menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam.
Setelah Sultan Iskandar Muda, tidak ada lagi sultan yang mampu mengendalikan Aceh. Aceh mengalami kemunduran di bawah pimpinan Sultan Iskandar Thani (1636- 1641). Dia kemudian digantikan oleh permaisurinya, Putri Sri Alam Permaisuri (1641- 1675). Sejarah mencatat Aceh makin hari makin lemah akibat pertikaian antara golongan teuku dan teungku, serta antara golongan aliran syiah dan sunnah sal jama’ah. Akhirnya, Belanda berhasil menguasai Aceh pada tahun 1904.
Dalam bidang sosial, letaknya yang strategis di titik sentral jalur perdagangan internasional di Selat Malaka menjadikan Aceh makin ramai dikunjungi pedangang Islam.
Terjadilah asimilasi baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dalam kehidupan bermasyarakat, terjadi perpaduan antara adat istiadat dan ajaran agama Islam. Pada sekitar abad ke-16 dan 17 terdapat empat orang ahli tasawuf di Aceh, yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumtrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf dari Singkil.
Keempat ulama ini sangat berpengaruh bukan hanya di Aceh tetapi juga sampai ke Jawa.
Dalam kehidupan ekonomi, Aceh berkembang dengan pesat pada masa kejayaannya. Dengan menguasai daerah pantai barat dan timur Sumatra, Aceh menjadi kerajaan yang kaya akan sumber daya alam, seperti beras, emas, perak dan timah serta rempah-rempah.
d. Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang dengan Peninggalannya
Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama Glagah atau Bintoro yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak untuk berkembang menjadi kota besar dan pusat perdagangan. Dengan bantuan para ulama Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara.
Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat. Daerah kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik, Raden Patah memperkuat armada lautnya sehingga Demak berkembang menjadi negara maritim yang kuat. Dengan kekuatannya itu, Demak mencoba menyerang Portugis yang pada saat itu menguasai Malaka. Demak membantu Malaka karena kepentingan Demak turut terganggu dengan hadirnya Portugis di Malaka. Namun, serangan itu gagal.
Raden Patah kemudian digantikan oleh Adipati Unus (1518-1521). Walau ia tidak memerintah lama, tetapi namanya cukup terkenal sebagai panglima perang yang berani.
Ia berusaha membendung pengaruh Portugis jangan sampai meluas ke Jawa. Karena mati muda, Adipati Unus kemudian digantikan oleh adiknya, Sultan Trenggono (1521-1546). Di bawah pemerintahannya, Demak mengalami masa kejayaan. Trenggono berhasil membawa Demak memperluas wilayah kekuasaannya. Pada tahun 1522, pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah menyerang Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Baru pada tahun 1527, Sunda Kelapa berhasil direbut. Dalam penyerangan ke Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.
Sepeninggal Sultan Trenggono, Demak mengalami kemunduran. Terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen, saudara Sultan Trenggono yang seharusnya menjadi raja dan Sunan Prawoto, putra sulung Sultan Trenggono. Sunan Prawoto kemudian dikalahkan oleh Arya Penangsang, anak Pengeran Sekar Sedolepen.
Namun, Arya Penangsang pun kemudian dibunuh oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang menjadi Adipati di Pajang. Joko Tingkir (1549-1587) yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.
Kerajaannya kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Pajang.
Sultan Hadiwijaya kemudian membalas jasa para pembantunya yang telah berjasa dalam pertempuran melawan Arya Penangsang. Mereka adalah Ki Ageng Pemanahan menerima hadiah berupa tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi dihadiahi wilayah di daerah Pati, dan keduanya sekaligus diangkat sebagai bupati di daerahnya masing-masing. Bupati Surabaya yang banyak berjasa menundukkan daerah-daerah di Jawa Timur diangkat sebagai wakil raja dengan daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan.
Ketika Sultan Hadiwijaya meninggal, beliau digantikan oleh putranya Sultan Benowo. Pada masa pemerintahannya, Arya Pangiri, anak dari Sultan Prawoto melakukan pemberontakan. Namun, pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh Pangeran Benowo dengan bantuan Sutawijaya, anak angkat Sultan Hadiwijaya. Tahta Kerajaan Pajang kemudian diserahkan Pangeran Benowo kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat Kerajaan Pajang ke Mataram.
Di bidang keagamaan, Raden Patah dan dibantu para wali, Demak tampil sebagai pusat penyebaran Islam. Raden Patah kemudian membangun sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid Demak.
Dalam bidang perekonomian, Demak merupakan pelabuhan transito (penghubung) yang penting. Sebagai pusat perdagangan Demak memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Bandar-bandar tersebut menjadi penghubung daerah penghasil rempah-rempah dan pembelinya. Demak juga memiliki penghasilan besar dari hasil pertaniannya yang cukup besar. Akibatnya, perekonomian Demak berkembang degan pesat.
e. Kerajaan Mataram dan Peninggalannya
Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama.
Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan dengan mulus karena diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mataram, seperti Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua daerah itu dapat ditundukkan. Daerah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan Sunan Giri.
Setelah Senopati wafat, putranya Mas Jolang (1601-1613) naik tahta dan bergelar Sultan Anyakrawati. Dia berhasil menguasai Kertosono, Kediri, dan Mojoagung. Ia wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak sehingga kemudian dikenal dengan Pangeran Sedo Krapyak.
Mas Jolang kemudian digantikan oleh Mas Rangsang (1613-1645). Raja Mataram yang bergelar Sultan Agung Senopati ing Alogo Ngabdurracham ini kemudian lebih dikenal dengan nama Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai masa keemasan. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Plered. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sultan Agung bercita-cita mempersatukan Jawa. Karena merasa sebagai penerus Kerajaan Demak, Sultan Agung menganggap Banten adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Namun, Banten tidak mau tunduk kepada Mataram. Sultan Agung kemudian berniat untuk merebut Banten.
Namun, niatnya itu terhambat karena ada VOC yang menguasai Sunda Kelapa. VOC juga tidak menyukai Mataram. Akibatnya, Sultan Agung harus berhadapan dulu dengan VOC. Sultan Agung dua kali berusaha menyerang VOC: tahun 1628 dan 1629.
Penyerangan tersebut tidak berhasil, tetapi dapat membendung pengaruh VOC di Jawa.
Sultan Agung membagi sistem pemerintahan Kerajaan Mataram seperti berikut.
(1) Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih Dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam).
(2) Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar).
(3) Mancanegara, daerah di luar Negara Agung. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati.
(4) Pesisir, daerah pesisir. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati atau syahbandar.
Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan oleh Amangkurat I (1645-1677). Amangkurat I menjalin hubungan dengan Belanda. Pada masa pemerintahannya. Mataram diserang oleh Trunojaya dari Madura, tetapi dapat digagalkan karena dibantu Belanda.
Amangkurat I kemudian digantikan oleh Amangkurat II (1677-1703). Pada masa pemerintahannya, wilayah Kerajaan Mataram makin menyempit karena diambil oleh Belanda.
Setelah Amangkurat II, raja-raja yang memerintah Mataram sudah tidak lagi berkuasa penuh karena pengaruh Belanda yang sangat kuat. Bahkan pada tahun 1755, Mataram terpecah menjadi dua akibat Perjanjian Giyanti:
Ngayogyakarta Hadiningrat (Kesultanan Yogyakarta) yang berpusat di Yogyakarta dengan raja Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I dan Kesuhunan Surakarta yang berpusat di Surakarta dengan raja Susuhunan Pakubuwono III. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Mataram.
Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Sebagai kerajaan besar, Mataram maju hampir dalam segala bidang, pertanian, agama, budaya. Pada zaman Kerajaan Majapahit, muncul kebudayaan Kejawen, gabungan antara kebudayaan asli Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam, misalnya upacara Grebeg, Sekaten. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan Agung. Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan.
f. Kerajaan Banten
Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki, pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten.
Setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran, Banten kemudian melepaskan diri dari Demak. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin (1522- 1570). Pada masa pemerintahannya, pengaruh Banten sampai ke Lampung. Artinya, Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda. Para pedagang dari Cina, Persia, Gujarat, Turki banyak yang mendatangi bandar-bandar di Banten. Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis, Banten juga didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya melalui Selat Sunda. Faktor lainnya, Banten merupakan penghasil lada dan beras, komoditi yang laku di pasaran dunia.
Sultan Hasanudin kemudian digantikan putranya, Pangeran Yusuf (1570-1580).
Pada masa pemerintahannya, Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan.
Pangeran Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. Raja yang bergelar Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi raja. Oleh sebab itu, dalam menjalankan roda pemerintahan, Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. Dalam tahun 1595, dia memimpin ekspedisi menyerang Palembang. Dalam pertempuran itu, Maulana Muhammad gugur.
Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu’lmufakhir yang baru berusia lima bulan. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Abu’lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Abu’lmufakhir kemudian digantikan oleh Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah. Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah kemudian digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692).
Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang maju dengan pesat. Untuk membantunya, Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1671 mengangkat purtanya, Sultan Abdulkahar, sebagi raja pembantu. Namun, sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol pemerintahan, tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda. Akhirnya, pecahlah perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan. Dengan demikian, lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda.
g. Kerajaan Cirebon
Kerajaan yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah.
Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Ketika Demak mengirimkan pasukannya di bawah Fatahilah (Faletehan) untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah memberikan bantuan sepenuhnya. Bahkan pada tahun 1524, Fatahillah diambil menantu oleh Syarif Hidayatullah. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk menjadi Bupati di Jayakarta.
Syarif Hidayatullah kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Pasarean. Inilah raja yang menurunkan raja-raja Cirebon selanjutnya.
Pada tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.
Dengan politik de vide at impera yang dilancarkan Belanda yang pada saat itu sudah berpengaruh di Cirebon, kasultanan Kanoman dibagi dua menjadi Kasultanan Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian, kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3, yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Cirebon berhasil dikuasai VOC pada akhir abad ke-17.
h. Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan:
Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar, Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar.
Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara, Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar.
Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669).
Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan.
Karena merupakan bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur, Hasanuddin bercita-cita menjadikan Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan perampokan terhadap armada Belanda. Belanda kemudian menyerang Makassar dengan bantuan Aru Palaka, raja Bone. Belanda berhasil memaksa Hasanuddin, Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang di Makassar, Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar, Makassar harus melepaskan jajahannya, dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone.
Sultan Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. Namun, Mapasomba tidak berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda, bahkan seluruh Sulawesi Selatan.
Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam.
Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan dan pelayaran. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang subur. Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton serta di selatan seperti Lombok, Sumbawa, dan Flores juga merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Semua itu membuat Makassar mampu memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor.
Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur, disusunlah Ade’Allapialing Bicarana Pabbalri’e, sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa.
i. Kerajaan Ternate dan Tidore
Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja.
Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih.
Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku, kedua kerajaan berhasil diadu domba. Akibatnya, antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo. Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya.
Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate, terjadi pertikaian terus-menerus. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. Di lain pihak, ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate, Sultan Khairun (1550-1570). Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo, Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis.
Setelah sadar bahwa mereka diadu domba, hubungan kedua kerajaan membaik kembali. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). Pada masa pemerintahannya, Portugis berhasil diusir dari Ternate. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke Filipina.
Sementara itu, Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera, Seram, bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian.


Sumber:http://dahlanforum.wordpress.com/2009/05/02/kerajaan-kerajaan-bercorak-islam-di-indonesia/